HALLO BASNAH LOVERS, apa kabarnya niiih????? semoga sehat selalu yaaa supaya bisa terus kunjungin blog basnah. Nahh, kali ini om bas mau sharing dikit niiih tentang HOBI MAHAL om bas yang jelas bukan motoran, apalagi mobilan, tapi adalah MEMANCING. yang tentunya menurut yang om bas ketahui, langsung simak aja yaa, selamat menikmati BasLovvvvvv :))
Memancing pada dasarnya merupakan salah satu aktifitas
mata pencaharian dari zaman dahulu hingga masa kini oleh sebagian masyarakat,
terutama yang memang berprofesi sebagai nelayan. Meskipun demikian, kegiatan
memancing memiliki kekhasan yang membuat individu merasa “terpancing” untuk
mencoba kegiatan memancing. Pada kondisi kekinian, memancing tidak hanya
dilakoni oleh para nelayan tetapi juga oleh sebagian masyarakat yang ingin
menikmati masa libur bahkan hingga menjadikan memancing sebagai sebuah hobi.
Bentuk penguatan hobi terbukti dengan banyaknya club-club atau persatuan
memancing. Terutama setelah booming program mancing mania di Trans 7, sehingga
seolah memancing menjadi trend gaya hidup baru.
Meskipun demikian, ada juga sebagian orang ketika
mendengar kata “memancing” langsung terbersit adalah kegiatan yang membosankan
dan membuang waktu saja, bisa dibayangkan duduk atau berdiri berjam-jam hanya
menunggu sesuatu yang tidak pasti otomatis biasanya kita akan mengalami titik
jenuh. Kondisi ini dikarenakan memancing itu memang butuh kesabaran dan sedikit
keberuntungan. Berdasarkan pandangan tersebut, kita dapat pahami bahwa
memancing termasuk kegiatan yang “mahal”, karena mengandung sejumlah nilai,
baik secara material maupun secara immaterial seperti tenaga dan lain
sebagainya. Menurut berbagai pandangan dan tulisan sering ditemui pernyataan
bahwa yang namanya hobi sulit jika disinkronkan dengan logika. Terkadang
pemilik hobi rela mengeluarkan anggaran yang diluar nalar, berlebihan, bahkan dikatakan
sebagai pemborosan. Sekali lagi, baiknya jangan disinkronkan dengan logika.
Memancing pada sisi lain dapat dikatakan menjadi
budaya oleh sebagian masyarakat, terutama yang berdomisili di daerah aliran
sungai, rawa, maupun laut. Sehingga bagi masyarakat yang telah memiliki budaya
memancing, sepadat apapun jadwal keseharian, maka akan berusaha untuk
meluangkan waktu memancing meskipun sebentar, seperti menjelang petang atau di
malam hari. Pada ranah kebudayaan, tentunya tidak terlepas dari nilai-nilai
yang diajarkan para leluhur dan terkandung dalam aktifitas memancing. Mulai
dari pembuatan dan pemilihan bahan dasar untuk memancing hingga kegiatan
memancing dilaksanakan.
Menurut KKBI kata
“memancing” diartikan sebagai menangkap ikan dengan pancing atau melakukan
aktifitas mengail ikan. Sedangkan menurut Ahira (2016) “memancing dalam arti
luas merupakan kegiatan menangkap ikan. Kegiatan menangkap ikan ini bisa
merupakan pekerjaan, hobi, olah raga luar ruangan atau outdoor. Pada
pelaksanaannya, memancing bisa dilakukan di pinggir atau di tengah danau, laut,
sungai, dan perairan lainnya dengan target seekor ikan” (hlm. 1).
Dalam praktik dan dari
hasil buruannya, tidak semua kegiatan memancing ikan ini selalu membuahkan
hasil seekor ikan. Memancing tidak selalu identik dengan memancing ikan yang
menjadi targetnya, memancing juga bisa mendapatkan penyu, cumi-cumi, gurita,
udang dan lainnya. Pada dasarnya, memancing ikan dapat dibedakan berdasarkan
alam buruan, yaitu:
1. Memancing ikan air tawar
2. Memancing ikan air laut.
Sedangkan dalam
praktiknya, memancing dapat dibedakan berdasarkan tempat atau lokasi memancing,
yakni: embung air, kolam pemancingan, tambak ikan, sungai, rawa-rawa, danau,
muara sungai, dan laut.
Gambar 1.0 Mendapat Ikan Hampala dengan
Umpan Tiruan
Memancing merupakan salah satu aktifitas mata
pencaharian yang sarat budaya dan nilai kehidupan dari zaman dahulu, namun pada
kondisi kekinian memancing tidak hanya dilakukan oleh para nelayan tetapi juga
oleh sebagian masyarakat yang ingin menikmati masa libur bahkan hingga
menjadikan memancing sebagai sebuah hobi. Penelitian ini menggunakan pendekatan
kualitatif deskriptif, dengan purposive sampling dan accidental sampling dengan
tujuan untuk memahami dan menggali sisi budaya serta nilai-nilai kehidupan yang
terkandung dalam kegiatan memancing. Hasil penelitian menunjukkan, pertama,
sisi budaya yang terkandung dalam kegiatan memancing adalah bagian dari budaya
turun temurun dari orang zaman dulu, yang mengajarkan cara menangkap dan
mendapatkan ikan. Melalui kemampuan trias dinamika kebudayaan berupa cipta,
rasa, dan karsa sebagai hasil dari pemikiran dan hati nurani menciptakan
berbagai karya berupa peralatan mencari/menangkap ikan seperti jebakan ikan,
jaring, bubu (perangkap ikan), sebatang bambu untuk alat pancing dari sebatang
pohon bambu dari jenis khusus, kemudian dengan kemajuan ilmu pengetahuan,
teknologi dan seni (IPTEKS) perkembangan jaman sekarang sebagian masyarakat
mencari/menangkap ikan beralih menggunakan peralatan modern termasuk alat pancing
(kreatifitas dan inovasi produk), dan merupakan mata pencaharian, hobi,
refreshing dari kejenuhan dan stress akibat aktifitas beban kerja yang tinggi.
Kedua, nilai-nilai kehidupan yang terkandung didalam kegiatan memancing yakni
tawakkal, kesabaran, keberuntungan (hoki), kedisiplinan, berbagi kebersamaan,
pengalaman dan keilmuan, penguatan mentalitas, melahirkan semangat baru,
mempertajam fokus, menghargai perbedaan baik pendapat, sikap, dan budaya,
meningkatkan profesionalisme, selalu ada suasana baru ditiap tempat berbeda,
membantu ketenangan (relaxing) dan kesegaran pikiran dan hati (refreshing),
mengasah kemampuan (skill), serta menghargai, menjaga dan turut melestarikan
kearifan lokal.
Gambar 1.1 Om Bas Sedang Memancing Ikan
Gabus (Dokumen Pribadi)
Nahhh mungkin itu aja versi om bas, mungkin kalau ada yang ingin menambahkan atau ada yang ingin ditanyakan bisa langsung komen aja di bawah yaaaa, dan jangan lupa tulis juga hobi kalian di kolom komentar okee
Terimakasih Basnah Lovers sudah berkunjung. Salam hangat dari om bas, andI Love You all <3
Daftar Pustaka:

