Senin, 20 Juli 2020


HALLO BASNAH LOVERS, apa kabarnya niiih????? semoga sehat selalu yaaa supaya bisa terus kunjungin blog basnah. Nahh, kali  ini om bas mau sharing dikit niiih tentang HOBI MAHAL om bas yang jelas bukan motoran, apalagi mobilan, tapi adalah MEMANCING. yang tentunya menurut yang om bas ketahui, langsung simak aja yaa, selamat menikmati BasLovvvvvv :))

Memancing pada dasarnya merupakan salah satu aktifitas mata pencaharian dari zaman dahulu hingga masa kini oleh sebagian masyarakat, terutama yang memang berprofesi sebagai nelayan. Meskipun demikian, kegiatan memancing memiliki kekhasan yang membuat individu merasa “terpancing” untuk mencoba kegiatan memancing. Pada kondisi kekinian, memancing tidak hanya dilakoni oleh para nelayan tetapi juga oleh sebagian masyarakat yang ingin menikmati masa libur bahkan hingga menjadikan memancing sebagai sebuah hobi. Bentuk penguatan hobi terbukti dengan banyaknya club-club atau persatuan memancing. Terutama setelah booming program mancing mania di Trans 7, sehingga seolah memancing menjadi trend gaya hidup baru.
Meskipun demikian, ada juga sebagian orang ketika mendengar kata “memancing” langsung terbersit adalah kegiatan yang membosankan dan membuang waktu saja, bisa dibayangkan duduk atau berdiri berjam-jam hanya menunggu sesuatu yang tidak pasti otomatis biasanya kita akan mengalami titik jenuh. Kondisi ini dikarenakan memancing itu memang butuh kesabaran dan sedikit keberuntungan. Berdasarkan pandangan tersebut, kita dapat pahami bahwa memancing termasuk kegiatan yang “mahal”, karena mengandung sejumlah nilai, baik secara material maupun secara immaterial seperti tenaga dan lain sebagainya. Menurut berbagai pandangan dan tulisan sering ditemui pernyataan bahwa yang namanya hobi sulit jika disinkronkan dengan logika. Terkadang pemilik hobi rela mengeluarkan anggaran yang diluar nalar, berlebihan, bahkan dikatakan sebagai pemborosan. Sekali lagi, baiknya jangan disinkronkan dengan logika.
Memancing pada sisi lain dapat dikatakan menjadi budaya oleh sebagian masyarakat, terutama yang berdomisili di daerah aliran sungai, rawa, maupun laut. Sehingga bagi masyarakat yang telah memiliki budaya memancing, sepadat apapun jadwal keseharian, maka akan berusaha untuk meluangkan waktu memancing meskipun sebentar, seperti menjelang petang atau di malam hari. Pada ranah kebudayaan, tentunya tidak terlepas dari nilai-nilai yang diajarkan para leluhur dan terkandung dalam aktifitas memancing. Mulai dari pembuatan dan pemilihan bahan dasar untuk memancing hingga kegiatan memancing dilaksanakan.
Menurut KKBI kata “memancing” diartikan sebagai menangkap ikan dengan pancing atau melakukan aktifitas mengail ikan. Sedangkan menurut Ahira (2016) “memancing dalam arti luas merupakan kegiatan menangkap ikan. Kegiatan menangkap ikan ini bisa merupakan pekerjaan, hobi, olah raga luar ruangan atau outdoor. Pada pelaksanaannya, memancing bisa dilakukan di pinggir atau di tengah danau, laut, sungai, dan perairan lainnya dengan target seekor ikan” (hlm. 1).
Dalam praktik dan dari hasil buruannya, tidak semua kegiatan memancing ikan ini selalu membuahkan hasil seekor ikan. Memancing tidak selalu identik dengan memancing ikan yang menjadi targetnya, memancing juga bisa mendapatkan penyu, cumi-cumi, gurita, udang dan lainnya. Pada dasarnya, memancing ikan dapat dibedakan berdasarkan alam buruan, yaitu:
1. Memancing ikan air tawar
2. Memancing ikan air laut.
Sedangkan dalam praktiknya, memancing dapat dibedakan berdasarkan tempat atau lokasi memancing, yakni: embung air, kolam pemancingan, tambak ikan, sungai, rawa-rawa, danau, muara sungai, dan laut.
Gambar 1.0 Mendapat Ikan Hampala dengan Umpan Tiruan
Memancing merupakan salah satu aktifitas mata pencaharian yang sarat budaya dan nilai kehidupan dari zaman dahulu, namun pada kondisi kekinian memancing tidak hanya dilakukan oleh para nelayan tetapi juga oleh sebagian masyarakat yang ingin menikmati masa libur bahkan hingga menjadikan memancing sebagai sebuah hobi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan purposive sampling dan accidental sampling dengan tujuan untuk memahami dan menggali sisi budaya serta nilai-nilai kehidupan yang terkandung dalam kegiatan memancing. Hasil penelitian menunjukkan, pertama, sisi budaya yang terkandung dalam kegiatan memancing adalah bagian dari budaya turun temurun dari orang zaman dulu, yang mengajarkan cara menangkap dan mendapatkan ikan. Melalui kemampuan trias dinamika kebudayaan berupa cipta, rasa, dan karsa sebagai hasil dari pemikiran dan hati nurani menciptakan berbagai karya berupa peralatan mencari/menangkap ikan seperti jebakan ikan, jaring, bubu (perangkap ikan), sebatang bambu untuk alat pancing dari sebatang pohon bambu dari jenis khusus, kemudian dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni (IPTEKS) perkembangan jaman sekarang sebagian masyarakat mencari/menangkap ikan beralih menggunakan peralatan modern termasuk alat pancing (kreatifitas dan inovasi produk), dan merupakan mata pencaharian, hobi, refreshing dari kejenuhan dan stress akibat aktifitas beban kerja yang tinggi. Kedua, nilai-nilai kehidupan yang terkandung didalam kegiatan memancing yakni tawakkal, kesabaran, keberuntungan (hoki), kedisiplinan, berbagi kebersamaan, pengalaman dan keilmuan, penguatan mentalitas, melahirkan semangat baru, mempertajam fokus, menghargai perbedaan baik pendapat, sikap, dan budaya, meningkatkan profesionalisme, selalu ada suasana baru ditiap tempat berbeda, membantu ketenangan (relaxing) dan kesegaran pikiran dan hati (refreshing), mengasah kemampuan (skill), serta menghargai, menjaga dan turut melestarikan kearifan lokal.
Gambar 1.1 Om Bas Sedang Memancing Ikan Gabus (Dokumen Pribadi)


Nahhh mungkin itu aja versi om bas, mungkin kalau ada yang ingin menambahkan atau ada yang ingin ditanyakan bisa langsung komen aja di bawah yaaaa, dan jangan lupa tulis juga hobi kalian di kolom komentar okee

Terimakasih Basnah Lovers sudah berkunjung. Salam hangat  dari  om bas,  andI  Love You all  <3


Daftar Pustaka:
Ahira, Anne. (2016). Memancing. http://www.anneahira.com/memancing.htm